Tampilkan postingan dengan label top10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label top10. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 April 2015

10 Istana Terbaik di Dunia yang diubah menjadi Hotel

Jika anda sedang merencanakan perjalanan yang sangat romantik, bagaimana dengan menginap di sebuah istana yang elegan?  Akan tetapi, bukan berarti jika kuno dan besar istana manapun dapat dipilih. Jika gagal, anda bisa saja menginap di ruangan yang harganya membuat Maharaja pun kaget dan juga tanpa perlindungan cuaca dingin!? Maka dengan itu, mari kami perkenalkan 10 hotel istana terbaik yang akan memberikan suasana kemewahan dengan benar.



1. Umaid Bhawan Palace (Jodhpur, India)

Umaid Bhawan Palace- India

Dari banyak istana hotel yang ada di India, istana Umaid Bhawan adalah kediaman keluarga Maharaja yang terus memimpin Jodhpur berturut-turut hingga generasi sekarang. Bangunan ini relatif baru karena dibandingkan dengan bangunan istana lainnya, dibangun sekitar tahun 1970-an. Saat melangkah ke dalam, Anda dapat menikmati keseluruhan istana memberi pesona yang sedikit eksentrik dengan detil artdeco ortodoks yang menceritakan tentang zaman itu. Dari istana hotel di negara ini yang banyak memiliki suasana megah, istana yang satu ini memiliki individualitas unik yang bersinar.



2. Trianon Palace Versaille, A Waldorf Astoria Hotel (Prancis)

Trianon Palace Versaille - Prancis

Ini bukan Istana Versailles yang dijadikan permasalahan pada Revolusi Prancis, tapi letak hotel ini berada sekitar 500 meter dari situs Louis XVI tersebut. Sebenarnya Perjanjian Versailles pada Perang Dunia I ditandatangani di ruangan Clemencau di Trianon Palace ini. Akan tetapi, kebanyakan wisatawan  mengunjungi tempat  ini lebih tertarik pada suasana istana sambil menikmati  makanan di restoran anggun yang dikelola  oleh Gordon Ramsay seorang Chef kenamaan dunia, atau lebih memilih berenang di kolam renang yang indah.



3. Sofitel Palais Jamai (Fes, Maroko)

Sofitel Palais Jamai - Moroko

Istana ala Moorish yang retro ini awalnya dibangun untuk Patih Jamai pada tahun 1879. Restoran Al Fassia yang ada di dalamnya juga mulai beroperasi bersamaan dengan selesainya istana ini. Ruang makan serta ruang hiburan ala Moorish ini tidak dilengkapi dengan belly dancer dan musik live dirasa kurang dengan budaya asli suku Moor.

4. Residenza Napoleone III (Roma, Italia)

residenza napoleon III - Prancis

Rumah besar ini pernah dihuni oleh Kaisar Napoleon III pada masa lalu. Sekarang rumah yang mirip dongeng ini dimiliki oleh putri raja yang tinggal di sebelahnya mirip seperti dongeng peri . Disini hanya ada 2 ruangan Suite Room. Dindingnya dihiasi lukisan cat minyak berukuran besar, permadani dari abad ke-16, dan stensil yang sopan. Bantal beludru di atas ranjang, dan tirai sutra membuat ruangan ini terlihat mewah, cantik dan selalu indah meski dilihat segala sudut.



5. The Leela Palace Bangalore (India)

Leela Palace - India

Bangunan yang sama persis dengan istana Maharaja di kota kuno Mysuru yang terletak di pinggiran kota yang dinamai Leela Palace, dibangun di dalam kota Bengaluru. Hotel istana yang sudah kelihatan indah dari luar ini cocok dengan kota yang sedang berkembang dengan pesat bidang teknologinya ditandai dengan berkumpulnya beberapa perusahaan dalam negeri yang bergerak di bidang teknologi beberapa tahun terakhir ini. Dikelilingi oleh pagar dan lahan yang dirawat dengan luas lebih dari 33000 meter persegi, situs ini juga dengan terang-terangan memperlihatkan pohon palem dan air terjun. Meskipun ada sebutan sebagai oasis kota, istana ini memiliki kesan yang jauh dari kota.



6. Pousada do Porto, Palacio do Freixo (Portugal)

Pousada De Porto Palacio Do Freixo - Portugal

Palacio do Freixo di Porto adalah hotel istana di Lusitania atau biasa kita kenal dengan nama Portugal yang  memiliki kepribadian ganda. Setengah gedung ini adalah pabrik tepung yang berwarna salmon pink, dan setengahnya lagi adalah istana barok abad ke-18. Untungnya konsep keseluruhannya lebih mengacu pada gedung yang kedua, sehingga meskipun terlihat tidak serasi dari luar, bagian dalamnya terkesan elegan. Melihat sungai Douro dari sisi kolam renang pada sore hari pun terlihat bagus, dan jika ingin menyelami kedalam suasana abad ke-18, anda dapat menikmati tea time di salon yang memiliki karakteristik dengan detil emas dan cermin.



7. Raas (India)

Raas - India

Jika melihat Raas dari arah tertentu, dari sisi belakang juga akan terlihat juga bagian dari Benteng Mehrangarh yang sangat megah. Akan tetapi, begitu anda masuk ke dalamnya, anda akan sadar bahwa tempat ini adalah Haveli (rumah keluarga besar) yang dilengkapi dengan perabotan yang berdesain modern. Jumlah ruang tamu hanya ada 9 ruangan, tetapi pemandangan kelas tinggi dari segala sudut dan servis yang terasa santai dan tidak menimbulkan jarak, menawarkan kemewahan yang tidak lazim ditemui di hotel degan gaya istana besar.





8. La Pavillon De La Reine ( Prancis)

The Pavilion De La Reinne - Prancis

Apakah anda tahu bahwa di Place des Vosges, di pusat daerah Le Marais, terdapat sebuah chateau sungguhan? Hal yang seperti mimpi itu ternyata jadi kenyataan. La Pavillon pada awalnya dibangun sebagai rumah besar milik keluarga kerajaan, akan tetapi keluarga tersebut tidak pernah menghuni rumah tersebut, sehingga sejak abad ke-18 menjadi tempat persinggahan para golongan elite. Bangunan yang sekarang telah menjadi hotel ini memasukkan barang modern pada unsur-unsur zaman itu, sehingga menghasilkan individualitas yang menawan.





9. Taj Lake Palace ( India)

Taj Lake Palace - India

Taj Lake Palace berdiri di atas pulau yang mengapung di danau Pichola yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan kota berwarna pudar yang elegan. Dibangun pada tahun 1740 sebagai resort kerajaan musim panas, sekarang pun servis tersebut disertai dengan detil interior memberikan kesan “lembut” yang tidak berubah sejak dulu. Akses yang dapat digunakan memasuki kota ini hanya dapat menggunakan perahu. Pemandangan jalanan kota yang tenang di pantai seberang hanya dapat dilihat oleh orang-orang yang menetap di pulau ini.





10. Grandhotel Schloss Bensberg (Jerman)

Grandhotel Schloss Bensberg - Jerman

Istana gaya Barok yang dibangun kira-kira 300 tahun lalu ini merupakan rumah besar yang dibangun untuk istri kedua Elector Palatine Jan Wellem, Maria Luisa. Terletak di atas bukit Bensberg yang berjarak 12 kilo dari pusat kota Koeln, sudah dipastikan anda akan terendam oleh keindahan dan keanggunan masa lalu. Saat ini seluruh akomodasi telah diperbaiki, dan terlahir kembali sebagai hotel modern-classic berkelas paling tinggi yang anggun dan konservatif.

Senin, 13 April 2015

10 Developer Indonesia Terbaik Versi Propertidata

Bisnis yang tengah naik daun di Indonesia adalah bisnis di bidang properti, ya properti terbilang bisnis yang sangat menjanjikan. Bagaimana tidak? Banyak orang yang lebih memilih menginvestasikan sebagian uangnya untuk memiliki properti. Tapi tidak sembarangan orang mau menginvestasikan unagnya begitu saja, peran developer juga sangat berpengaruh dalam hal ini, berikut adalah 10 developer terbiak di Indonesia versi Propertidata.



1. Agung Podomoro Land Tbk PT

agung podomoro land agung podomoro land


Adalah perusahaan pengembang terbesar di sektor properti Indonesia. Pengembang dan pengelola ritel, komersial, dan residensial real estate. Agung Podomoro Land (APLN) didirikan pada 30 Juli 2004. APLN, adalah yang terdaftar resmi (IDX: APLN) dari Agung Podomoro Group (APG). Trihatma Kusuma Haliman adalah generasi kedua keluarga Haliman, pendiri Podomoro Group. Ayahnya, Anton Haliman, membangun antara lain perumahan Simprug dan Sunter Podomoro. Setelah Trihatma mengendalikan perusahaan ini, di tangan Trihatma lah, Agung Podomoro berkembang menjadi perusahaan pengembang terkemuka di Indonesia. APL tercatat memiliki 24 anak usaha dengan proyek yang tersebar di Jakarta, Karawang, Bandung, Bali, Balikpapan dan Makassar. Dalam 10 tahun terakhir ini bahkan perseroan mencatat penyelesaian lebih dari 50 proyek properti. Adapun proyek yang sedang dikerjakan yaitu, Indigo Hotel Seminyak, Madison Park @Podomoro City,  Metro Park Residence, dan Soho @Podomoro City.

Untuk menghubungi Developer dapat dilihat disini Detil Agung Podomoro Land

2. Agung Sedayu Permai PT

AGUNG SEDAYU GROUP AGUNG SEDAYU GROUP


 Merupakan salah satu properti developer terkemuka di Indonesia. Agung Sedayu menyediakan berbagai cakupan produk-produk inovatif yang secara khusus disesuaikan dengan kebutuhan para investor. Kepercayaan para pembeli terhadap pelayanan yang diberikan selama lebih dari 30 tahun, telah menjadikan Agung Sedayu sebagai developer terpercaya dan menjadi inspirasi bagi developer-developer lainnya.  Berawal dari sebuah perusahaan kontraktor rumah pertokoan sederhana yang didirikan pada tahun 1970. Selama 10 tahun pertama, Agung Sedayu bekerja keras untuk membangun kepercayaan para pembeli dan meningkatkan kerjasama dengan partner terkemuka di Indonesia. Pada tahun 1991, mulai membangun Harco Mangga Dua, mal yang khusus menyediakan barang-barang elektronik pertama di Jakarta. Properti kelas hunian juga dihadirkan seperti Taman Palem yang dibangun diatas tanah sebesar 1500 hektar dan Apartement Seaview yang mewah. Proyek yang kini tengah ditangani diantaranya, Bogor Valley Condotel, Casablanca East Residences 2, District 8 @SCBD, Gateway Pasteur Bandung, dan Golf Lake Residences.

Untuk menghubungi Developer dapat dilihat disini  Detil Agung Sedayu Group

3. Alam Sutera Realty Tbk PT

alam sutera developer alam sutera developer


Didirikan pada tanggal 3 November 1993, dengan nama PT Adhihutama Manunggal oleh Harjanto Tirtohadiguno beserta keluarga yang memfokuskan kegiatan usahanya di  bidang properti. Kemudian mengganti nama menjadi PT. Alam Sutera Realty Tbk pada tanggal 19 September 2007. Setelah lebih dari 19 tahun didirikan, Alam Sutera Realty telah menjadi pengembang properti terintegrasi yang memfokuskan kegiatan usahanya dalam pembangunan dan pengelolaan perumahan, kawasan komersial, kawasan industri, dan juga pengelolaan pusat perbelanjaan, pusat rekreasi, dan perhotelan. Pengembang yang dikenal karena pembangunan kawasan terpadu di Serpong ini menjadi salah satu yang diperhitungkan. Bagaimana tidak?  Proyek Alam Sutera kini telah memiliki 25 kluster, dengan masing-masing terdiri dari 150 hingga 300 unit rumah. Saat ini Alam Sutera Realty sedang menangani beberapa proyek seperti, Alam Sutera – Sutera palmyra & Sutera Victoria, Paddington Heights Apartment, Prominence Office Tower, Suvarna Jati, dan The Tower CBD Jakarta.

Untuk menghubungi Developer dapat dilihat disini  Detil Alam Sutera Realty Tbk 

4. Ciputra Group

CIPUTRA CIPUTRA


Ciputra juga menjadi salah satu pengembang besar di Indonesia. Melalui PT Ciputra Development Tbk, banyak menghadirkan proyek besar. Memulai unit bisnisnya dalam bidang properti komersial, saat ini Ciputra Group merupakan salah satu pengembang mixed-used properti komersial terbesar di Indonesia dan telah memiliki serta mengoperasikan lima unit usaha properti komersial yaitu Mal dan Hotel Ciputra di Jakarta dan Semarang, Ciputra World Jakarta yang terletak di Jl. Prof. Dr. Satrio. Komitmen dan dedikasi Perusahaan untuk terus menjadi yang terdepan dan terbaik dalam mengembangkan hunian yang berlokasi di tengah kota, nyaman, aman, berkelas dan inovatif tanpa melupakan kode etik dan panduan berprilaku sesuai prinsip Ciputra Group akan senantiasa menjadi kontribusi nyata melalui pengelolaan yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Proyek yang sedang dibangun antara lain, Ciputra World Jakarta 2 – Office Tower, Citra Grand City Palembang, Citraland Bagya, Vida View Apartment Makasar.

Untuk menghubungi Developer dapat dilihat disini  Detil Ciputra Development Tbk

5. Intiland Development Tbk PT

intiland developer intiland developer


Adalah pengembang properti terkemuka di Indonesia dengan fokus utama pada pengembangan properti, manajemen dan investasi. Portfolio perusahaan meliputi menengah ke high-end kota-kota & perkebunan, mixed-use & high rise perkembangan, perhotelan dan kawasan industri di Jabodetabek, Surabaya dan beberapa kota lainnya.

Perusahaan ini telah berhasil menangani sejumlah proyek yang menantang. Pantai Mutiara, terletak di pinggir laut mewah kota Jakarta Utara, bersama dengan Regatta 'The Icon', sebuah kondominium mewah terkemuka yang dirancang oleh Tom Wright yang bertanggung jawab atas The Burj Al Arab di Dubai. Sementara itu, di Surabaya ada Graha Famili kota secara bertahap membentang lebih dari 280 hektar.

Dalam dunia perhotelan, Intiland telah memulai jaringan hotel seperti, Whiz Hotel, yang masing-masing terletak di Yogyakarta, Semarang, dan Bali. Pada November 2011, Intiland meluncurkan South Quarter, 7,1 hektar kompleks bisnis terpadu terletak di kawasan bisnis TB Simatupang Jakarta Selatan. Selain itu ada juga 1 Parak Avenue, Aeropolis Residences, Graha Natura, dan Sumatera 36 Aapartment.

Untuk menghubungi Developer dapat dilihat disini  Detil Intiland Tbk

6. Lippo Group

lippo homes lippo homes


Didirikan oleh Mochtar Riady tahun 1950-an. Grup ini memulai usaha dengan Bank Lippo yang telah berganti nama dan berubah posisi sahamnya menjadi Bank CIMB Niaga. Perusahaan ini kemudian mengembangkan diri di usaha properti yang kemudian berkembang di Indonesia, Cina dan beberapa negara lainnya. Selain di usaha properti meliputi kota satelit, perumahan, kondominium, perkantoran kelas A, pusat industri, pusat belanja, hotel, golf dan rumah sakit, juga melakukan pengembangan bisnis eceran, telekomunikasi, dan berbagai jenis usaha lainnya. Perseroan mencatat memiliki kapitalisasi pasar Rp 16,4 triliun di Bursa Efek Indonesia. Proyek yang sedang dibangun adalah, 9 Residence @Kemang Utara, Delta Commercial Parak, Kupang Town Square, Lippo Cikarang – Grand Baverly Cluster, dam Lippo Cikarang – Permata hijau Shophouses.

Untuk menghubungi Developer dapat dilihat disini  Detil Lippo Group

7. Waskita Karya (Persero) Tbk PT

waskita karya waskita karya


 Salah satu BUMN terkemuka di Indonesia yang memainkan peran utama dalam pembangunan negara. Didirikan pada Januari 1961 yang berasal dari sebuah perusahaan Belanda bernama “Volker Maatschappij NV Aannemings” Waskita Karya semula berpartisipasi dalam perkembangan air termasuk reklamasi, pengerukan pelabuhan, dan irigasi. Waskita mulai mengembangkan usahanya sebagai kontraktor umum terlibat dalam jangkauan yang lebih luas dalam kegiatan konstruksi termasuk jalan raya, jembatan, pelabuhan, bandara, bangunan, tanaman pembuangan limbah, pabrik semen, pabrik dan fasilitas industri lainnya. Memasuki tahun 1990, Waskita telah menyelesaikan banyak bangunan bertingkat dengan reputasi baik diterima seperti BNI City (bangunan tertinggi di Indonesia), Bank Indonesia, Bangunan Kantor, Graha Niaga Tower, Mandiri Plaza Tower, Shangri-La Hotel dan beberapa apartemen bertingkat di Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia. Waskita telah mencapai kinerja dalam pembangunan jembatan beton bentang panjang dengan menggunakan sistem kantilever bebas dan berhasil menyelesaikan tiga jembatan: Raja Mandala, Rantau Berangin, dan Barelang IV. Prestasi besar menggunakan teknologi serupa terbentuk dalam pembangunan jalan layang "Pasteur-Cikapayang-Surapati" dan jembatan cable stayed di Bandung. Kisah sukses yang sama juga dicapai dalam pembangunan bendungan besar beberapa seperti Pondok, Grogkak, Tilong., Gapit, dan Sumi, yang telah selesai lebih cepat dari jadwal dengan kualitas memuaskan.

Untuk menghubungi Developer dapat dilihat disini  Detil Waskita Karya

8. Sinar Mas Land

sinarmas land sinarmas land


Sinar Mas Land Limited (sebelumnya dikenal sebagai AFP Properties Limited), yang terdaftar di Bursa Efek Singapura dan berkantor pusat di Singapura, bergerak dalam bisnis properti melalui operasi di Indonesia, Cina, Malaysia dan Singapura. Sinar Mas Land memiliki investasi jangka panjang dalam bangunan komersial, hotel dan resor, dan terlibat dalam pengembangan properti dan leasing di Indonesia, Cina, Malaysia dan Singapura. Memiliki sekitar 10.000 hektar lahan cadangan strategis (seperti tahun 2011) dengan proyek-proyek dalam pembangunan kota,  perumahan, komersial, ritel, kawasan industri, dan properti perhotelan, termasuk jasa properti terkait. Dua anak usaha besar Sinarmas Land adalah Bumi Serpong Damai dan Duta Pertiwi. Sinarmas Land memiliki lebih dari 40 proyek besar. Selain itu perseroan menjadi pelopor dalam pengembangan konsep perumahan kluster pada proyek Kota Wisata, Legenda Wisata, Grand Wisata, dan lain-lain). Berbagai pusat komersial dengan brand Trade Center (ITC). Proyek  yang baru saja dikerjakan adalah, Aeon Mall BSD City, BSD City – De Park, BSD City – Foresta Business Loft.

Untuk menghubungi Developer dapat dilihat disini  Detil SinarMas Land

9. Summarecon Agung Tbk PT

SUMMARECON SUMMARECON


PT Summarecon Agung Tbk. ("Summarecon") didirikan pada tahun 1975 oleh Bapak Soetjipto Nagaria dan rekan-rekannya untuk melakukan pembangunan real estate dan pengembangan. Dimulai dengan 10-hektar lahan rawa daerah Jakarta, pendiri berhasil mengubah lokasi  Kelapa Gading menjadi salah satu kawasan perumahan dan komersial yang paling makmur di Jakarta. Dan selama bertahun-tahun Summarecon telah membangun reputasi sebagai salah satu pemain properti terkemuka di Indonesia, khususnya dalam pengembangan kota-kota. Summarecon merupakan pengembang yang menyediakan rumah hunian dan komersial yang dijual. Perseroan juga banyak dipuji karena memiliki manajemen properti yang baik. Proyek yang sedang diselesaikan adalah, Graha Bulevar Timur, Grand Orchad, Harris Hotel Summarecon Bekasi, Mall Kelapa Gading 3 Extension, dan Pop Hotels.

Untuk menghubungi Developer dapat dilihat disini  Detil Summarecon Agung

10. Wika Realty PT

WIKA WIKA


Wika Realty didirikan 20 Januari 2000. Wika Realty sebelumnya merupakan unit usaha dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Wika Realty mengubah bentuk menjadi perusahaan publik (Perusahaan Terbuka) berdasarkan Modifikasi Anggaran Dasar Undang-Undang no. 11 tanggal 7 Desember 2004, namun sesuai dengan kebijakan pemegang saham utama (Wika) pada penawaran umum, penawaran umum perdana saham Wika Realty ditunda. Pada tahun 2001, Wika Realty melakukan diversifikasi usaha. Sebelumnya fokus sebagai pengembang, perusahaan melakukan usahanya di tiga bidang: pengembangan realty, manajemen properti dan jasa konstruksi. Konstruksi difokuskan pada proyek-realty seperti Mal, Pusat Perdagangan, Bangunan Kantor, dan Perumahan. Dan sedang mengembangkan pembangunan perumahan, dan juga bangunan bertingkat tinggi.

Untuk menghubungi Developer dapat dilihat disini  Detil Wijaya Karya







Apakah Anda adalah bagian dari Tim Developer yang ingin ditampilkan dalam Daftar Developer Propertidata.com ? Contact kami segera dan jadi bagian dari daftar Developer terbaik di Daftar Developer Propertidata

Selasa, 10 Maret 2015

7 Orang Terkaya di Industri Properti Indonesia



Indonesia memimpin Asia Tenggara (ASEAN) dalam daftar negara dengan pertumbuhan properti hunian tertinggi sepanjang 2013. Ada tujuh orang yang sukses dalam menggeluti bisnis properti di Indonesia diantaranya :



  1. Trihatma K. Haliman




anton k haliman anton k haliman


Generasi kedua, Putra Anton K Haliman. Pendiri Agung Podomoro Group (APG), yang berubah menjadi Agung Podomoro Land (APLN) setelah masuk pasar modal . Anton merintis bisnis pertama kali melalui pembangunan hunian di Kawasan Simpruk tahun 1969. APLN  tercatat salah satu pemasok utama ritel dari total pasokan sekitar 4,25 juta meter persegi. Saat ini APLN menguasai lebih dari 60% pasokan kondominium, dari total yang ada di Jakarta sejumlah  17.148 unit atau sekitar 26.000 unit total pasokan yang  sudah dan akan dibangun  di seluruh  Indonesia saat ini. Trihatma yang meneruskan perusahaan yang dirintis oleh orangtuanya menjadi  pemain properti besar di tanah air dengan total aset per triwulan 3 tahun 2014 Rp 22,3 triliun dan pendapatan periode tersebut Rp 3,5 triliun.



  1. The Ning King




the ning king the ning king


Pria yang berusia 84 tahun ini adalah salah satu pengusaha papan atas di Indonesia. Pemilik pabrik tekstil Argo Pantes,  melalui PT Argo Manunggal mengontrol lebih dari 30 perusahaan termasuk  PT Tangerang Fajar Industrial Estate, PT Manunggal Prime Development and PT Argo Manungggal Land Development merupakan pemegang saham terbesar Alam Sutera dan Bekasi Industrial Estate. Alam Sutera mulanya adalah perusahaan  keluarga Harjanto Tirtohadiguno.  Berdiri tahun 1973 dengan nama PT Alfa Goldland Realty  sekaligus menjadi nama proyek pertama di bisnis properti, perumahan Taman Alfa Indah,  di Jakarta Barat.

Sukses di Taman Alfa Indah,  lalu mendapat hak pengembangan lahan di Serpong Tangerang, Banten saat kawasan itu masih berupa hutan belantara, pohon karet dan lapangan ilalang. Tahun 1994 sekitar 1.100 unit hunian terjual dalam waktu dua minggu. Alam Sutera memiliki aset  Rp 16,3 triliun hingga triwulan III/2014. Pendapatan pada triwulan tersebut Rp 2,8 tiriliun. Di PT Bekasi Fajar Industrial Estate The Ningkin dan keluarga masih menjadi pemegang mayoritas 64%  saham.  Sampai triwulan III 2014 lalu memiliki aset sekitar Rp 1,1 triliun dengan pendapatan pada periode tersebut Rp 496 miliar.



  1. Alexander Tedja




alexander tedja alexander tedja


Seoarang pendiri konglomerasi bisnis Pakuwon Djati. Kerap juga disebut rajanya properti Surabaya. Dalam perjalanan bisnis Pakuwon pun merambah Jakarta dan berhasil membangun sejumlah mega proyek berupa superblok, pusat belanja dan apartemen. Pakuwon saat ini memiliki aset per triwulan III/2014 sebesar Rp 12,7 triliun dan pendapatan periode tersebut Rp 2,7 triliun. Alexander Tedja tercatat perintis utama properti berkonsep mixed use di Surabaya. Tahun 2007 memasuki Jakarta melalui investasi superblok Gandaria City yang beroperasi sejak 2010. Dilanjutkan pembukaan superblok Kota Kasablanka Juli 2012.

  1. Ciputra




ciputra ciputra


Pendiri dan perintis konglomerasi bisnis Grup Ciputra. Penggagas  20 komplek perumahan berskala kota. Beberapa di antraranya berada di mancanegara, lebih dari 10 pusat belanja 10 hotel berbintang dan 5 padang golf. Grup Ciputra membawahi 3 emiten properti yaitu Ciputra Development (CTRA), Ciputra Properti (CTRP), dan Ciputra Surya (CTRS) hingga akhir tahun lalu, pendapatan grup ini mencapai Rp. 8 triliun, dengan total aset sebesar Rp 33 triliun, serta kapitalisasi pasar lebih dari Rp 22 triliun. Ciputra dan keluarga masih memiliki saham yang signifikan di semua entitas bisnisnya. Dalam pengelolaan mengelola usaha sehari-hari mempercayakan anggota keluarga di jajaran top manajemen.

Grup Ciputra adalah kelompok usaha yang berawal dari PT Citra Habitat Indonesia yang pada awal 1990 namanya diubah menjadi Ciputra Development. Ciputra menjadi dirutnya dan keenam jajaran direksinya diisi oleh anak serta menantunya. Grup ini go public di pasar modal pada Maret 1994. Dengan modal awal kala itu hanya 10 Juta Rupiah, Ciputra terus mengembangkan jaringan perusahaannya hingga berjumlah 5 buah yaitu Grup Metropolitan, Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong damai, Grup Ciputra dan Grup Jaya. Jumlah anak perusahaan dibawah grup tersebut bahkan sudah mencapai lebih dari seratus. Ciputra memiliki saham dari kelima grup ini.



  1.  Eka Tjandranegara


eka tjandranegara eka tjandranegara


Adalah pemilik dan pendiri Grup Mulia. Ia juga dijuluki pendekar di segi tiga emas, karena berhasil membangun sejumlah proyek prestisius di sub sektor perkantoran di lokasi strategis segi tigas emas Sudirman, Thamrin, dan Kuningan. Predikat sebagai Raja Properti di daerah Segitiga Emas Jakarta dekade 1990-an sempat melekat pada group ini, karena eksistensinya dalam menguasai beberapa gedung perkantoran di daerah tersebut seperti,  Wisma Mulia, Wisma GKBI, Menara Mulia, Plaza Kuningan, Atrium Mulia, Plaza 89 dan Mulia Business Park.

Kunci sukses grup ini adalah fokus pada sektor tertentu dan mengutamakan kualitas properti yang dikembangkannya. Grup ini juga terkenal dalam kecepatan membangun proyek mereka serta mempunyai tim in-house yang handal termasuk tim arsitek, interior, desain dan kontraktor. Konon, Hotel Mulia dibangun dan beroperasi dalam kurun waktu yang singkat untuk mengantisipasi SEA Games 1997. Grup mulia juga mempunyai complimentary business yaitu glass & ceramic berkualitas dimana material ini juga yang digunakan dalam finishing proyek- proyek properti mereka. Saat ini Grup Mulia tengah membangun Wisma Mulia 2 di Gatot Subroto, Jakarta Selatan yang pembangunannya memasuki tahap finishing.

  1. Mochtar Riyadi


mochtar riyadi mochtar riyadi


Pendiri konglomerasi gurita bisnis Lippoland Group. Tercatat menjadi imperium terbesar dengan pendapatan sekitar Rp 8,351 triliun dan total aset  lebih dari 39,9 triliun per triwulan 3/2014. Mochtar masuk ke bisnis properti, saat masih memiliki lembaga keuangan, Lippo Bank. Grup Lippo, berkonsentrasi pada 4 fokus; Bisnis properti melalui flagship PT Karawaci Tbk. Ritel melalui bendera Matahari Putra Prima Tbk dan PT Matahari Departement Store Tbk. Bisnis Media berlabel First Media Tbk  dan Berita Satu Holding. Sektor pendidikan melalui bendera Pelita Harapan Foundations.

Holding di bisnis properti mengibarkan bendra Lippo Karawaci Tbk (LPKR) fokus pada 4 bisnis properti terintegrasi:   1. Residential & Urban Development. 2. Hospitals. 3.  Commercial 4. Asset management.  Bersama PT Lippo Cikarang Tbk ( LPCK) yang juga kotabaru berbasis industri di Cikarang adalah dua emiten besar  merupakan mesin utama yang penggerak ekspansi grup Lippo Land. Saat ini Grup Lippo land telah membangun dan mengelola 3 kota mandiri  Lippo Village, Lippo Cikarang, dan Tanjung Bunga  Makassar dengan total populasi sekitar 113.250 jiwa, yang tinggal di 28.393 rumah serta membangun sekaligus sejumlah superblok. Di dalamnya terdapat pusat belanja apartemen, hotel dan rumah sakit.

  1. Eka Tjipta Widjaja


eka tjipta widjaja eka tjipta widjaja


Pengusaha dan pendiri Sinarmas Group terdepan bisnis pulb and paper, agri bisnis dan jasa keuangan. Sinarmas Land adalah sub unit bisnis konglomerasi raksasa. Sinarmas Group di tangan generasi kedua, Muktar Widjaja, Sinarmas Land tumbuh menjadi raksasa bisnis properti kelas dunia dan tercatat di bursa efek Singapura. Mega proyeknya tersebar di China, Malaysia, Singapura dan sejumlah daerah di tanah air. Diperkirakan kapitalisasi pasar quartal ke tiga 2013 mencapai Rp 31.494 tirliun. Sinarmas Land membawahi lebih dari  50 proyek properti yang digarap beberapa anak usahanya seperti, 4 kota baru, puluhan komplek perumahan (termasuk berada di China; Li sui Jin Yang Sen Yang, Li Sui Jin Du Chendu), hotel, golf course, superblok, puluhan komplek commercial industri (juga berada di Singapura; Orchards Tower), dan Ritel Trade Centre dengan label patent ITC di sejumlah kota besar di Indonesia.

Setelah berhasil mengambil alih hampir 90% kepemilikan saham PT Bumi Serpong Damai (PT BSD) dari tangan pengembang Senior Ciputra dan teman-temannya usai krisis moneter tahun 1998, Muktar lalu menjadikan perusahan ini flagship tersendiri dan menyatukan lima unit bisnis  di bawahnya. PT Duta Pertiwi Tbk (PT DUTI), sebelumnya sebagai flagship satu-satunya yang menggarap bisnis properti  dan berada langsung di bawah Sinarmas Land digeser ke bawah bendera PT BSD Tbk. PT BSD Tbk dan PT DUTI Tbk, dua bendera besar yang tengah berkibar dan menjadi mesin uang Sinarmas Group. Kedua perusahaan terbuka ini mencatat pertumbuhan laba dan asset yang sangat tinggi dari tahun ke tahun. PT BSD Tbk telah menjelma menjadi raksasa bisnis properti di Indonesia dengan total aset 16,8 Triliun (akhir 2012).  Masih memiliki land bank di lima wilayah dengan intensitas pembangunan paling tinggi meliputi Jabodetabek, Medan,Surabaya, Samarinda dan Balikpapan.